English Version

Baca Juga

Tuesday, July 10, 2012

Strategi dan Penggunaan Linguistik pada Induksi "Foot Stick"


By on 5:42 PM

Semenjak belajar hipnosis beberapa tahun yang lalu, sebenarnya saya membangun sebuah sikap untuk tidak menggunakan hipnosis untuk membuat orang "kelihatan bodoh". Namun terkadang saya melakukannya dalam konteks pembelajaran sehingga mereka bisa paham bagaimana pikiran kita bisa bekerja, termasuk memperkenalkan pola-pola bahasa dalam hipnosis. Salah satu cara yang biasa saya lakukan adalah membuat kaki lengket pada lantai (foot stick) dan juga terkadang "Hand stick". Anda bisa mengembangkannya ke fenomena hipnotik lainnya seperti amnesia, negative hallucination ataupun positive hallucination.


Sebelumnya kita sebaiknya tahu bahwa hipnosis itu tidak identik dengan "menutup mata" dan hipnosis tidak selalu berarti relaksasi. Tentu anda masih ingat salah satu definisi hipnosis yang banyak dikenal yaitu " hypnosis is bypass CRITICAL FACTOR and establish SELECTIVE THINKING". Berdasarkan definisi tersebut, tidak ada satupun kata rileks ataupun menutup mata. Definisi ini lebih disukai dibanding definisi yang lain karena sebenarnya telah menunjukkan 2 prinsip mendasar dalam hipnosis yakni mem-bypass faktor kritis lalu dilanjutkan dengan penerimaan suatu sugesti.

Mungkin dengan contoh berikut ini, juga akan memperlihatkan bahwa untuk mengalami berbagai trance phenomena tidak terkait dengan kedalaman suatu hipnosis dan itu bisa dilakukan meskipun subjek dalam keadaan "sadar" dan tetap membuka mata. Bagi anda yang tertarik dengan conversational hypnosis,suatu  hipnosis yang berlangsung seperti tanya jawab atau percakapan biasa, induksi “foot stick” ini bisa dijadikan sebagai suatu latihan awal untuk memahami proses hipnosis lebih baik, selain itu proses hipnosis terjadi saat percakapan. Pada kesempatan kali ini, kita akan menganalisa suatu induksi "Foot Stick".

"Anda sudah pernah terhipnosis sebelumnya?"
"Ini bukan hipnosis, tapi hanya permainan pikiran, untuk memperlihatkan bagaimana kekuatan suatu pikiran"

Hal ini sebagai suatu pendahuluan untuk membangun suatu rapport, sekaligus kita bisa melakukan seeding suatu ide dengan melakukan embedded command.

"Kaki yang mana lebih kuat, kanan atau kiri?"
"Ok, menurut anda, kaki kanan Anda lebih kuat, boleh kaki kanan anda sedikit ke depan?"
" Bagus, ya seperti itu....kedua tangannya tetap lurus ke bawah"

Sebenarnya ini hanya Compliance test, untuk mengetahui sejauh mana subjek bisa mengikuti petunjuk yang kita berikan. Berdasarkan tes ini, kita juga bisa tahu tingkat sugestibilitas subjek. Berikan beberapa instruksi, perhatikan seberapa besar subjek mengikuti intruksi tersebut, semakin banyak instruksi yang diikuti, tentu merupakan tanda yang baik (Yes Set). Kaki mana yang dipergunakan, tidak jadi masalah, kiri atau kanan, yang dominan atau tidak, karena ini hanya membentuk "Agreement frame". Termasuk meminta kedua tangan tetap lurus ke bawah, Anda bisa membuat variasi dalam hal ini.

"Baik...sekarang anda bisa melihat salah satu bagian dari sepatu Anda...ujung sepatu juga boleh atau bagian yang lain dari sepatu Anda"

Saat ini, kita mulai memfiksasi perhatian subjek dan anda bisa melihat apakah subjek sudah bisa mulai fokus. Jika subjek masih melirik ke kiri, ke kanan atau ke arah yang lain, JANGAN MULAI LANGKAH BERIKUTNYA  karena itu berarti subjek belum siap, belum bisa fokus. Lakukan hal-hal yang lain agar subjek bisa lebih fokus.

"Sambil perhatikan ujung sepatu anda..Anda bisa melihat warnanya...dan anda juga bisa melihat terbuat dari apa sepatu anda..dan Anda juga bisa mendengar suara saya"

Nah, pada tahap ini, Anda sudah mengenalnya..yap, pacing ! perbedaannya adalah jangan me-leading ke kondisi nyaman atau rileks karena kita ingin melakukannya dalam kondisi awake. Perhatikan penggunaan "The 4 words of power", agar lebih powerful, lakukan sinkronisasi dengan napas subjek.

"Sementara anda perhatikan sepatu anda...Anda boleh membayangkan dari telapak sepatu anda keluar lem yang sangat kuat dan mulai  LENGKET pada lantai..sehingga sedemikian KUATnya, sepatu anda LENGKET pada lantai"

Setelah anda merasa cukup dengan proses Pacing, anda bisa mulai memberikan sugesti. Saat mengucapkan kata lengket, lakukan perubahan intonasi, dan JENTIKKAN TANGAN setiap mengucapkan kata lengket...ini bisa memperkuat sugesti dan sekaligus sebagai anchor!

"Saat Anda membayangkan sepatu anda mulai LENGKET pada lantai...bagian mana dari sepatu anda yang LENGKET duluan...bagian depan atau belakang?"
" Anda merasa bagian depan lebih LENGKET...anda boleh mencoba mengangkat sedikit bagian depan sepatu anda...saat anda mencoba menggerakkannya, maka bagian belakang juga mulai LENGKET...semakin anda mencoba melakukannya, semakin LENGKET!...dan anehnya, seluruh bagian sepatu anda sudah LENGKET pada lantai...iya kan?"

Pada tahap ini, kita melakukan PRESUPPOSISI bahwa sepatunya sudah maulai lengket, sambil melakukan DOUBLE BIND (depan atau belakang). Kalimat "Saat Anda membayangkan sepatu anda mulai LENGKET pada lantai...bagian mana dari sepatu anda yang LENGKET duluan...bagian depan atau belakang?"..adalah kalimat yang paling krusial dalam proses ini. Dalam proses ini juga, kita melakukan proses CHALLENGE ringan dengan meminta untuk mencoba SEDIKIT menggerakkan bagian depan, tidak meminta secara SEKALIGUS mengangkat sepatunya...dan kita membuat LOOP yang baru, untuk bagian sepatu bagian belakang. Pada bagian akhir...diakhiri dengan Question Tag..iya kan?..(seolah-olah hal itu sudah terjadi)..perhatikan respon yang diberikan, Jika subjek mengatakan iya, kita lanjut, jika jawabannya tidak, kembali ke Loop sebelumnya atau mengganti strategi..sehingga prosesnya adalah buka Loop, Challenge, Loop, Challenge dst (Feedback Loop)...sehingga bisa menjadi No Fail Protocol!..langkah berikutnya akan disesuaikan dengan respon yang diberikan

"Nah, bagaimana rasanya saat sepatu anda LENGKET pada lantai? "
"Anda masih sadar kan?...Apakah anda telah terhipnosis sekarang? “

Ini hanya untuk meyakinkan bahwa proses hipnosis telah terjadi dalam kondisi dialog atau komunikasi yang tetap berlangsung. Ketika sepatu bagian depan sudah lengket, maka kita bisa melanjutkan dengan sepatu bagian belakang.

"Saat sepatu bagian depan sudah lengket...anehnya, sepatu bagian belakang juga perlahan-lahan mulai LENGKET... nah, sekarang kedua sepatu anda sudah LENGKET semuanya...iya kan?"

Sebenarnya pada tahap ini sudah cukup, selanjutnya terserah Anda, apakah ingin melanjutkan ke "Hand Stick" atau ke melupakan nama atau angka (Amnesia) atau malah ke tahap halusinasi (Negatif atau Positif). Tentu dengan sedikit modifikasi dan strategi. Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari "Foot Stick" ini, diantaranya strategi atau pendekatan yang dilakukan berbasis FEEDBACK LOOP (sugesti, respon, sugesti, respon...dst, sehingga membuat beberapa Loop). Lalu dirangkai dengan penggunaan beberapa Hypnotic Language Pattern. Saya jadi penasaran bagaimana powerful dan efektifnya strategi ini saat anda mulai memutuskan untuk menggunakan beberapa prinsip dalam daily conversation dan mungkin Anda mulai bertanya-tanya bagaimana strategi yang bisa Anda gunakan untuk menerapkannya pada fenomena hipnotik lainnya.  Semoga mencerahkan dan bermanfaat!

About dr. Iqbal

dr. Iqbal adalah Pemilik dari Shichida Makassar. Seorang dokter ahli syaraf.

0 comments:

Post a Comment